Postingan

Menampilkan postingan dengan label Pendopo Joglo

Contoh Pemesanan

Gambar
Contoh Biaya Pemesanan Pendopo Tradisional Joglo Jawa Menerima Pesanan Pembuatan Rumah Tradisional Joglo dan Pendopo Joglo. Rumah Pendopo Joglo merupakan rumah tradisional Jawa, yang umumnya terbuat dari kayu Jati. Konstruksi atap Joglo ditopang oleh Soko Guru ( tiang utama) yang berjumlah 4 buah. Soko Guru menopang sebuah konfigurasi balok yang terdiri dari Blandar dan Pengeret. Diatas blandar dan pengeret terdapat tumpangsari. Tumpangsari merupakan susunan balok menyerupai piramida, dan biasanya dihiasi oleh ukiran yang sangat indah dan berfungsi menopang bagian langit-langit Joglo. Tumpangsari pada bangunan Joglo terbagi menjadi 2 grid persegi empat yang sama dan simetris, yang dipisahkan dan ditopang tepat ditengah-tengah oleh balok Dadapeksi. Bahan kayu jati perhutani. Contoh Spesifikasi harga Rp 400.000.000, -   Panjang 8m, Lebar bangunan 5,5m. Tiang utama ( soko guru) penyangga kontruksi tumpangsari ukuran penampang 17cm x 17cm sebanyak 4 batang. Tiang samping ukuran penampa...

Ragam Joglo

Gambar
Macam-Macam Rumah Joglo 1. Rumah Joglo Jompongan     adalah bentuk rumah joglo yang memakai 2 buah pengeret dengan denah bujur sangkar. Bentuk ini       merupakan bentuk dasar joglo. 2. Rumah Joglo Kepuhan Lawakan     adalah rumah Joglo tanpa memakai geganja atap berujung sehingga kelihatan tinggi Rumah Joglo Kepuhan Lawakan 3. Rumah Joglo Ceblokan     adalah rumah joglo yang memakai saka pendhem (terdapat bagian tiang setelah bawah terpendam)     sering bentuk ini tidak memakai sunduk. Rumah Joglo Ceblokan 4. Rumah Joglo Kepuhan Limolasan     adalah rumah joglo yang memakai sunduk bandang lebih panjang dan ander agak pendek, sehingga     atap berujung panjang. Rumah Joglo Kepuhan Limolasan 5. Rumah Joglo Sinom Apitan     adalah rumah joglo yang memakai 3 buah pengeret,3 atau 5 buah tumpang dan 4 empyak (atap)           emper. Rumah Joglo Sinom Apitan 6. Rumah Joglo Pengrawit ...

Struktur Joglo

Gambar
Joglo merupakan rumah tradisional Jawa khususnya Jawa Tengah, yang umumnya terbuat dari kayu Jati (Tectona Grandis Sp.). Istilah Joglo mengacu pada bentuk atapnya, mengambil filosofis bentuk sebuah gunung. Pada mulanya filosfis bentuk gunung tersebut diberi nama atap Tajug, tapi kemudian berkembang menjadi atap Joglo atau Juglo (Tajug Loro = Dua Tajug ~ penggabungan dua Tajug). Dalam kehidupan manusia Jawa -gunung sering dipakai sebagai idea bentuk yang dituangkan dalam berbagai simbol, khususnya untuk simbol-simbol yang berkenaan dengan sesuatu yang sakral. Hal ini karena adanya pengaruh kuat keyakinan bahwa gunung atau tempat yang tinggi adalah tempat yang dianggap suci dan tempat tinggal para Dewa. Struktur Tajug Struktur Joglo Konstruksi atap Joglo ditopang oleh Soko Guru (tiang utama) yang berjumlah 4 buah. Jumlah ini adalah merupakan simbol adanya pengaruh kekuatan yang berasal dari empat penjuru mata angin, atau biasa disebut konsep Pajupat. Dalam konsep ini, manusia dianggap be...